Baca Juga: Kiat Sukses Abdurahman bin Auf, Sahabat Nabi yang Sangat Kaya. 1. Margin kecil. Abdurrahman berprinsip kepada margin keuntungan yang kecil. Namun, dia fokus pada kuantitas penjualan produk yang banyak. Hal itu dilakukannya agar cash flow dalam bisnis bisa berjalan sesuai perencanaanya.Secara tidak langsung Abdurrahman bin Auf yakin bahwa beiau bisa menghasilkan harta dari setiap usaha dan perniagaannya. Bukankah itu sebuah kekuatan berpikir yang menakjubkan. Subhanallah. Bersambung ke bagian kedua . Diedit dari tulisan "Uswah Bisnis Sahabat Nabi SAW: Abdurrahman bin ‘Auf ra." oleh Ustadz Fauzan Al Banjari.
Namanya pada zaman Jahiliyyah adalah Abu Amr. Tapi saat dia memeluk Islam, Nabi memanggilnya Abdur Rahman - pelayan Tuhan Yang Maha Pemurah.
Kemudian ia membangun kerjasama dengan seorang pengrajin alat pertanian di Madinah. Setelahnya, Abdurahman bin Auf meminta izin untuk mengambil barang di hari itu yang akan dibayar esok hari setelah barangnya laku. Seperti itulah cara beliau berbisnis. Dalam waktu kurang dari satu bulan, Abdurrahman bin Auf pun memiliki sebuah kios di pasar.
Sebelum khalifah Umar bin Al-Khatab wafat, ia membentuk Majelis Syura yang beranggotakan enam orang sahabat Rasulullah Saw. yang kesemuanya pantas menjadi pemimpin. Keenam sahabat tersebut adalah Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abu Waqqas, Az-Zubair bin Al-Awwam, dan Thalhah bin Ubaidillah.Abdurrahman bin Auf adalah tipologi manusia hijrah dambaan umat. Sukses bisnis, sukses membela agama, sukses berinfak, sukses menjaga kehalalan usaha, sukses menggenggam dunia dengan menolak jabatan, hingga sukses menjadi primadona manusia tanpan, kaya-raya, masuk surga. Semoga kita bisa sesukses Abdurrahman bin Auf. NORIA TAN BINTI ABDULLAH Moe menerbitkan ABDUL RAHMAN BIN AUF pada 2020-12-07. Baca versi flipbook dari ABDUL RAHMAN BIN AUF. Muat turun halaman 1-10 di AnyFlip.
Ali bin Abi Thalib berkata dalam sambutannya ketika abdurahman bin Auf wafat, “Engkau telah mendapatkan kasih sayang Allah dan engkau berhasil menundukkan kepalsuan dunia. Semoga Allah selalu merahmatimu.” Sepertinya, apa yang dilakukan Abdurrahman bin Auf selalu mengarah kepada kabaikan baginya, di dunia maupun untuk bekal di akhirat.
Disebutkan, Abdurrahman bin Auf, sebagaimana profesi sahabat Nabi di Makkah pada umumnya, merupakan sosok yang sangat konsen di usaha sektor bisnis perdagangan. Saat itu, salah satu tempat yang ramai menjadi tempat usaha ini adalah Pasar Bani Qainuqa’, salah satu pasar milik orang Yahudi.GENMUSLIM.id — Sahabat Rasulullah SAW yang kisahnya dibahas di sini adalah Abdurrahman bin Auf. Sosok sahabat nabi satu ini mempunyai keinginan yang sangat berbeda dari orang-orang pada umumnya, yakni selalu ingin hidup miskin. Namun, sepanjang hidupnya keinginan Abdurrahman bin Auf yang ingin menjadi miskin tersebut tidak pernah terwujud.
Subhanallah, meskipun ia sudah dijamin masuk surga tapi ia tetap berinfak di jalan Allah. Tetapi meskipun terus-menerus menyumbangkan hartanya, kekayaan Abdurrahman bin Auf tak berkrang sedikitpun bahkan semakin bertambah. Bahkan ketika ‘Abdurrahman bin ‘Auf wafat pada usia 72 tahun. Ia meninggalkan harta 1.000 ekor unta, 100 ekor kuda, 3.